Diabetes terus menjadi tantangan kesehatan global. IDF memperkirakan sekitar 589 juta orang dewasa usia 20–79 tahun hidup dengan diabetes pada 2024, menunjukkan besarnya populasi yang berisiko mengalami komplikasi kaki terkait diabetes.
Referensi: (International Diabetes Federation [IDF], 2025).
Penyandang diabetes dengan neuropati perifer atau penyakit arteri perifer memiliki risiko lebih tinggi mengalami ulkus kaki. Karena itu, pemeriksaan kaki secara berkala diperlukan untuk mengidentifikasi risiko sebelum terjadi kerusakan jaringan.
Referensi: (International Working Group on the Diabetic Foot [IWGDF], 2023).
IWGDF merekomendasikan skrining risiko kaki secara setidaknya setiap tahun pada penyandang diabetes dengan risiko sangat rendah, sementara pasien dengan risiko lebih tinggi membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering, hingga setiap 1–3 bulan pada kelompok risiko tertinggi.
Referensi: (International Working Group on the Diabetic Foot [IWGDF], 2023).
Edukasi foot self-care merupakan bagian penting pencegahan. Pasien berisiko dianjurkan memeriksa kaki setiap hari, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, tidak berjalan tanpa alas kaki, serta segera melaporkan adanya luka atau perubahan pada kaki.
Referensi: (International Working Group on the Diabetic Foot [IWGDF], 2023).
Pencegahan kaki diabetes tidak cukup hanya melalui perawatan kulit. Neuropati, deformitas, kalus, tekanan berulang, penyakit arteri perifer, riwayat ulkus, dan amputasi sebelumnya perlu dinilai secara komprehensif untuk menentukan strategi pencegahan dan tindak lanjut.
Referensi: (International Working Group on the Diabetic Foot [IWGDF], 2023).
Dengan mengikuti webinar ini, Anda akan memperoleh berbagai wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan klinis, antara lain:
Meningkatkan kemampuan melakukan skrining dan stratifikasi risiko kaki pada penyandang diabetes.
Mengoptimalkan deteksi dini neuropati, penyakit arteri perifer, deformitas, kalus, dan lesi pra-ulseratif.
Menentukan strategi pencegahan sesuai tingkat risiko dan kondisi klinis pasien.
Mengintegrasikan edukasi foot self-care, pemilihan alas kaki, dan pengurangan tekanan dalam pelayanan diabetes.
Memperkuat sistem monitoring, kolaborasi, dan rujukan untuk mencegah progresivitas luka hingga amputasi.
👉 Cek Nilai SKP Sesuai Profesi Anda di Bawah Ini
Pastikan Anda memilih kategori profesi yang sesuai saat melakukan registrasi agar nilai SKP tercatat dengan tepat dan terintegrasi pada sistem Kemenkes RI.
👩⚕️ PERAWAT / NERS / SPESIALIS KEPERAWATAN
✅ 3 SKP Kemenkes RI
• Ners – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Anak – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Geriatri – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Jiwa – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Komunitas – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Maternitas – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah – 3 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Onkologi – 3 SKP
• Perawat Vokasi – 3 SKP
• Perawat Vokasi Level 5 – 3 SKP
• Perawat Vokasi Level 6 – 3 SKP
✨ Ikuti kegiatan sesuai profesi Anda dan pastikan data registrasi sesuai agar SKP resmi dapat terintegrasi melalui sistem Kemenkes RI.
Dalam webinar ini, peserta akan mempelajari:
Prinsip skrining dan stratifikasi risiko kaki diabetes berdasarkan guideline IWGDF.
Teknik pemeriksaan kaki untuk mendeteksi neuropati perifer dan penyakit arteri perifer.
Identifikasi deformitas, kalus, lesi pra-ulseratif, dan tanda awal kerusakan kaki.
Strategi foot self-care dan edukasi pasien untuk mencegah ulkus.
Pemilihan alas kaki yang sesuai berdasarkan kondisi dan tingkat risiko pasien.
Strategi pencegahan ulkus pada pasien dengan neuropati, deformitas, atau riwayat ulkus sebelumnya.
Indikasi monitoring, kolaborasi multidisiplin, dan rujukan pada pasien dengan risiko tinggi.
Implementasi strategi perawatan kaki diabetes di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan layanan kesehatan primer.
Ns. Khairul Bahri seorang perawat spesialis luka, stoma, dan kontinensia bersertifikasi internasional, aktif di forum ilmiah Asia hingga Timur Tengah. Berbekal pelatihan Cleveland Clinic dan Singapore General Hospital, serta sertifikasi ETNEP dan Continence Therapist, beliau dikenal dengan pendekatan evidence-based, klinis, dan humanis yang inspiratif.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali