Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan perempuan dunia. Pada 2024 diperkirakan terdapat sekitar 604.000 kasus baru dan 280.000 kematian akibat kanker serviks secara global, dengan beban tertinggi berada di negara berpendapatan rendah dan menengah.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2026).
Di Indonesia, kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada perempuan, dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian setiap tahun berdasarkan estimasi yang digunakan dalam agenda eliminasi nasional.
Referensi: (World Health Organization [WHO] & United Nations Population Fund [UNFPA], 2024).
Sekitar 99% kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Infeksi HPV yang persisten dapat berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker apabila tidak terdeteksi serta ditangani secara tepat.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2026).
WHO menetapkan target eliminasi melalui strategi 90–70–90: 90% anak perempuan mendapat vaksinasi HPV lengkap sebelum usia 15 tahun, 70% perempuan menjalani skrining dengan tes berkinerja tinggi pada usia 35 dan 45 tahun, serta 90% perempuan dengan penyakit serviks mendapatkan tata laksana yang tepat.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2020).
Indonesia telah memperkuat upaya eliminasi melalui perluasan vaksinasi HPV dan peralihan menuju HPV DNA testing sebagai bagian dari penguatan skrining. Keberhasilan program membutuhkan keterhubungan antara deteksi, edukasi, diagnosis, rujukan, dan tatalaksana hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
Referensi: (World Health Organization [WHO] & United Nations Population Fund [UNFPA], 2024).
Dengan mengikuti webinar ini, Anda akan memperoleh berbagai wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan klinis, antara lain:
Memahami strategi proaktif tenaga kesehatan dalam mempercepat eliminasi kanker serviks di berbagai tingkat pelayanan.
Meningkatkan kemampuan mengenali faktor risiko, melakukan deteksi dini, dan menentukan alur tindak lanjut pasien secara tepat.
Memahami prinsip diagnosis dini, penegakan staging, serta alur rujukan terpadu pada kasus kanker serviks.
Mengoptimalkan peran tenaga kesehatan dalam edukasi, skrining, kepatuhan pasien, dan pencegahan keterlambatan tata laksana.
Mendukung implementasi pelayanan kanker serviks yang terintegrasi, berorientasi mutu, keselamatan pasien, dan quality of life.
👉 Cek Nilai SKP Sesuai Profesi Anda di Bawah Ini
Pastikan Anda memilih kategori profesi yang sesuai saat melakukan registrasi agar nilai SKP tercatat dengan tepat dan terintegrasi pada sistem Kemenkes RI.
👨⚕️ DOKTER / DOKTER SPESIALIS
✅ 2 SKP Kemenkes RI
• Dokter – 2 SKP
• Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi – 2 SKP
👩⚕️ PERAWAT / NERS / SPESIALIS KEPERAWATAN
✅ 2 SKP Kemenkes RI
• Ners – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Anak – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Geriatri – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Jiwa – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Komunitas – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Maternitas – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Onkologi – 2 SKP
• Perawat Vokasi – 2 SKP
• Perawat Vokasi Level 5 – 2 SKP
• Perawat Vokasi Level 6 – 2 SKP
🤰 BIDAN / PROFESI KEBIDANAN
✅ 2 SKP Kemenkes RI
• Bidan Profesi – 2 SKP
• Bidan Vokasi – 2 SKP
• Bidan Vokasi Level 5 – 2 SKP
• Bidan Vokasi Level 6 – 2 SKP
✨ Ikuti kegiatan sesuai profesi Anda dan pastikan data registrasi sesuai agar SKP resmi dapat terintegrasi melalui sistem Kemenkes RI.
Dalam webinar ini, peserta akan mempelajari:
Strategi proaktif tenaga kesehatan dalam mendukung akselerasi eliminasi kanker serviks.
Prinsip deteksi dini, skrining, dan identifikasi kelompok berisiko kanker serviks.
Diagnosis dini, pengenalan staging, serta alur rujukan terpadu sesuai kondisi klinis pasien.
Peran tenaga kesehatan dalam edukasi dan meningkatkan kepatuhan perempuan terhadap skrining kanker serviks.
Implementasi skrining IVA, HPV DNA, dan strategi deteksi dini sesuai perkembangan program pelayanan.
Peran tenaga kesehatan dalam mendukung self-management dan kepatuhan pasien selama proses terapi.
Strategi meningkatkan kualitas hidup (quality of life) pasien melalui pendekatan pelayanan yang komprehensif dan berpusat pada pasien.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali