Diabetes terus menjadi masalah kesehatan global. Pada 2024, sekitar 589 juta orang dewasa usia 20–79 tahun hidup dengan diabetes di dunia, atau sekitar 1 dari 9 orang dewasa. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes yang besar, dengan estimasi sekitar 20,4 juta orang dewasa pada 2024.
Referensi: (International Diabetes Federation [IDF], 2025).
Sekitar 19–34% penyandang diabetes berisiko mengalami ulkus kaki diabetik sepanjang hidupnya, menjadikan kondisi ini salah satu komplikasi diabetes yang paling berdampak terhadap fungsi dan kualitas hidup pasien.
Referensi: (Hicks et al., 2023; Armstrong et al., 2017).
Prevalensi global ulkus kaki diabetik diperkirakan sekitar 6,3% pada orang dewasa dengan diabetes, yang setara dengan jutaan pasien membutuhkan perawatan luka, pengendalian infeksi, dan pencegahan komplikasi secara berkelanjutan.
Referensi: (Hicks et al., 2023).
Sekitar 20% pasien yang mengalami ulkus kaki diabetik pada akhirnya memerlukan amputasi ekstremitas bawah, sementara angka kematian dalam lima tahun setelah mengalami ulkus dapat mencapai 50–70%.
Referensi: (Hicks et al., 2023).
Setelah luka berhasil sembuh, risiko kekambuhan tetap tinggi. Sekitar 40% pasien mengalami ulkus berulang dalam satu tahun dan sekitar 65% dalam tiga tahun, sehingga pencegahan, edukasi, dan pemantauan berkelanjutan menjadi bagian penting dari pelayanan.
Referensi: (Bus et al., 2024; Netten et al., 2024).
Dengan mengikuti webinar ini, Anda akan memperoleh berbagai wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan klinis, antara lain:
Meningkatkan kemampuan melakukan asesmen komprehensif terhadap neuropati, iskemia, infeksi, deformitas, dan faktor risiko ulkus.
Mengembangkan clinical decision making untuk menentukan tingkat risiko dan prioritas intervensi pada pasien dengan luka kaki diabetik.
Mengoptimalkan strategi offloading, debridement, kontrol infeksi, dan perawatan lokal berdasarkan kondisi klinis pasien.
Memahami kapan pasien memerlukan pemeriksaan vaskular, kolaborasi multidisiplin, atau rujukan ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap.
Mendukung penerapan standar pelayanan yang terintegrasi untuk mencegah progresivitas luka, kekambuhan, dan amputasi.
👉 Cek Nilai SKP Sesuai Profesi Anda di Bawah Ini
Pastikan Anda memilih kategori profesi yang sesuai saat melakukan registrasi agar nilai SKP tercatat dengan tepat dan terintegrasi pada sistem Kemenkes RI.
👨⚕️ DOKTER / DOKTER SPESIALIS
✅ 2 SKP Kemenkes RI
• Dokter – 2 SKP
• Dokter Spesialis Bedah – 2 SKP
👩⚕️ PERAWAT / NERS / SPESIALIS KEPERAWATAN
✅ 2 SKP Kemenkes RI
• Ners – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Anak – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Geriatri – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Jiwa – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Komunitas – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Maternitas – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah – 2 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Onkologi – 2 SKP
• Perawat Vokasi – 2 SKP
• Perawat Vokasi Level 5 – 2 SKP
• Perawat Vokasi Level 6 – 2 SKP
💊 APOTEKER / FARMASI
✅ Apoteker: 2 SKP Kemenkes RI
• Apoteker – 2 SKP
• Apoteker Spesialis – 2 SKP
• Tenaga Vokasi Farmasi – 1 SKP
• Tenaga Vokasi Farmasi Level 5 – 1 SKP
• Tenaga Vokasi Farmasi Level 6 – 1 SKP
✨ Ikuti kegiatan sesuai profesi Anda dan pastikan data registrasi sesuai agar SKP resmi dapat terintegrasi melalui sistem Kemenkes RI.
Dalam webinar ini, peserta akan mempelajari:
Prinsip asesmen dan klasifikasi risiko pada pasien dengan kaki diabetik.
Deteksi dini neuropati perifer, penyakit arteri perifer, deformitas, dan tanda infeksi.
Strategi wound bed preparation, debridement, dan pemilihan dressing sesuai karakteristik luka.
Prinsip offloading berbasis guideline untuk mengurangi tekanan dan mendukung penyembuhan ulkus.
Identifikasi dan tata laksana infeksi kaki diabetik serta indikasi pemeriksaan dan rujukan lebih lanjut.
Pendekatan terhadap luka yang tidak mengalami kemajuan penyembuhan meskipun telah mendapatkan perawatan optimal.
Strategi pencegahan kekambuhan melalui edukasi pasien, pemeriksaan kaki berkala, dan kolaborasi multidisiplin.
Ns. Agung Ginanjar adalah perawat klinis berpengalaman dengan fokus di bidang perawatan luka, stoma, dan inkontinensia. Aktif sebagai trainer Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) sejak 2015, ia juga merupakan pengajar tetap di program Indonesian ETNEP – Wound, Ostomy, Continence Therapy. Pengalamannya sebagai pembicara mencakup berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, seperti ASEAN Wound Summit 2022, World Council ET Conference 2018, dan Diabetes Wound Expo 2024. Ia juga menjadi pembicara di banyak seminar dan pelatihan klinis di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Secara profesional, Ns. Agung pernah menjabat di Wocare Center (2011–2022), PT Pohon Bidara Medika, serta RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi sebagai perawat bedah dan anggota tim perawatan luka. Komitmennya dalam edukasi, pengembangan produk luka, serta praktik klinis menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan perawatan luka di Indonesia.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali