Luka bakar menyebabkan sekitar 180.000 kematian setiap tahun di dunia, dengan sebagian besar terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah. Luka bakar nonfatal juga dapat menyebabkan rawat inap berkepanjangan, disabilitas, dan deformitas.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2023).
Perawatan luka bakar tidak hanya bertujuan menutup luka, tetapi juga mempertahankan lingkungan penyembuhan yang optimal, mengendalikan eksudat, mencegah infeksi, dan meminimalkan trauma serta nyeri saat pergantian dressing.
Referensi: (World Health Organization [WHO], 2024; Consensus on the Treatment of Second-Degree Burn Wounds, 2024).
Pemilihan dressing perlu disesuaikan dengan kedalaman luka, luas luka, eksudat, risiko infeksi, lokasi anatomis, serta kondisi pasien. Tidak ada satu jenis dressing yang ideal untuk seluruh kondisi luka bakar.
Referensi: (Consensus on the Treatment of Second-Degree Burn Wounds, 2024).
Bukti terbaru menunjukkan bahwa cellulose-based dressings dapat membantu meningkatkan epitelisasi dan mengurangi frekuensi pergantian dressing pada kondisi luka bakar tertentu, sehingga berpotensi mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan pasien.
Referensi: (The efficacy of cellulose dressings in burn wound management: A systematic review and meta-analysis, 2024).
Modern dressing berbasis alginat juga menunjukkan potensi klinis dalam mempercepat waktu penyembuhan pada luka bakar dan luka donor, meskipun pemilihan dressing tetap harus mempertimbangkan karakteristik luka dan tingkat kepastian evidence.
Referensi: (Evaluating the therapeutic efficacy and safety of alginate-based dressings, 2025).
Dengan mengikuti webinar ini, Anda akan memperoleh berbagai wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan klinis, antara lain:
Memahami prinsip asesmen luka bakar untuk menentukan kebutuhan dan strategi perawatan yang tepat.
Meningkatkan kemampuan clinical decision making dalam memilih dressing berdasarkan kedalaman, eksudat, risiko infeksi, dan fase penyembuhan.
Mengoptimalkan penggunaan modern dressing untuk mendukung moisture balance, melindungi jaringan, dan mengurangi trauma saat pergantian balutan.
Menentukan strategi pencegahan infeksi dan komplikasi melalui perawatan luka yang tepat dan terstandar.
Mendukung pelayanan luka bakar yang lebih efektif, efisien, aman, dan berorientasi pada kenyamanan serta clinical outcome pasien.
👉 Cek Nilai SKP Sesuai Profesi Anda di Bawah Ini
Pastikan Anda memilih kategori profesi yang sesuai saat melakukan registrasi agar nilai SKP tercatat dengan tepat dan terintegrasi pada sistem Kemenkes RI.
👩⚕️ PERAWAT / NERS / SPESIALIS KEPERAWATAN
✅ 4 SKP Kemenkes RI
• Ners – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Anak – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Geriatri – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Jiwa – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Komunitas – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Maternitas – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah – 4 SKP
• Ners Spesialis Keperawatan Onkologi – 4 SKP
• Perawat Vokasi – 4 SKP
• Perawat Vokasi Level 5 – 4 SKP
• Perawat Vokasi Level 6 – 4 SKP
🤰 BIDAN / PROFESI KEBIDANAN
✅ 4 SKP Kemenkes RI
• Bidan Profesi – 4 SKP
• Bidan Vokasi – 4 SKP
• Bidan Vokasi Level 5 – 4 SKP
• Bidan Vokasi Level 6 – 4 SKP
✨ Ikuti kegiatan sesuai profesi Anda dan pastikan data registrasi sesuai agar SKP resmi dapat terintegrasi melalui sistem Kemenkes RI.
Dalam webinar ini, peserta akan mempelajari:
Prinsip asesmen luka bakar berdasarkan kedalaman, luas, lokasi, dan kondisi jaringan.
Prinsip wound bed preparation pada luka bakar dan strategi mempertahankan lingkungan luka yang optimal.
Pemilihan modern dressing berdasarkan karakteristik luka, eksudat, dan kebutuhan klinis pasien.
Perbandingan karakteristik dan indikasi berbagai jenis dressing yang dapat digunakan dalam perawatan luka bakar.
Strategi pengendalian eksudat, perlindungan jaringan, dan pencegahan infeksi.
Pendekatan untuk mengurangi nyeri dan trauma selama proses pergantian dressing.
Monitoring perkembangan luka, evaluasi respons terhadap dressing, serta penentuan kapan strategi perawatan perlu disesuaikan.
Implementasi perawatan luka bakar berbasis evidence di rumah sakit, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Ns. Agung Ginanjar adalah perawat klinis berpengalaman dengan fokus di bidang perawatan luka, stoma, dan inkontinensia. Aktif sebagai trainer Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) sejak 2015, ia juga merupakan pengajar tetap di program Indonesian ETNEP – Wound, Ostomy, Continence Therapy. Pengalamannya sebagai pembicara mencakup berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, seperti ASEAN Wound Summit 2022, World Council ET Conference 2018, dan Diabetes Wound Expo 2024. Ia juga menjadi pembicara di banyak seminar dan pelatihan klinis di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Secara profesional, Ns. Agung pernah menjabat di Wocare Center (2011–2022), PT Pohon Bidara Medika, serta RSUD R. Syamsudin SH Sukabumi sebagai perawat bedah dan anggota tim perawatan luka. Komitmennya dalam edukasi, pengembangan produk luka, serta praktik klinis menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kemajuan perawatan luka di Indonesia.
Yuk daftarkan diri Anda sekarang dan tingkatkan kompetensi bersama para ahli!
DAFTAR SEKARANG ← Kembali