Wocare Indonesia
Wocare Indonesia Pusat Perawatan Luka
← InOA Bogor

Museum Ostomi Indonesia dan Stoma Care Market Hadir Dalam Acara Diabetes Wound Expo 2025

Museum Ostomi Indonesia dan Stoma Care Market Hadir Dalam Acara Diabetes Wound Expo 2025 Museum Ostomi Indonesia dan Stoma Care Market Hadir Dalam Acara Diabetes Wound Expo 2025

Diabetes Wound Expo 2025: Edukasi, Inovasi, dan Kepedulian untuk Kesehatan Masyarakat

Bogor, 13–15 November 2025 — Wocare Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan Diabetes Wound Expo 2025, sebuah acara besar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan mengenai penatalaksanaan luka diabetes. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh berbagai profesi kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat luka, fisioterapis, hingga tenaga medis lainnya.

Hari Pertama & Kedua: Ilmu, Pameran, dan Inovasi di Bidang Perawatan Luka

Pada dua hari pertama, kegiatan difokuskan pada sesi ilmiah khusus tenaga kesehatan. Materi yang diberikan meliputi perkembangan terbaru dalam penanganan luka diabetes, teknologi perawatan luka modern, strategi pencegahan komplikasi, serta pendekatan holistik bagi pasien dengan risiko tinggi. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat jejaring antarprofesi demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Selain sesi ilmiah, area booth exhibition juga menjadi daya tarik utama. Berbagai perusahaan dan UMKM ikut serta memamerkan produk-produk unggulan, mulai dari perawatan luka, alat kesehatan, hingga inovasi lokal.

Salah satu booth yang paling banyak menarik perhatian adalah Museum Ostomi Indonesia. Dalam ajang ini, museum hadir dengan koleksi lengkap berbagai jenis kantong stoma sebagai media edukasi bagi pengunjung, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Pengunjung dapat melihat langsung variasi kantong stoma, memahami fungsinya, serta belajar mengenai kehidupan para ostomate.

Museum Ostomi Indonesia juga membawa Stocart (Stoma Care Market) yang menjual beragam produk pendukung dan merchandise, seperti:

  • Kantong stoma

  • Celemek stoma

  • Dummy edukasi

  • Pouch rajut

  • Sling bag rajut

  • Kaos Ostomate

  • Totebag

  • Pouch make up

  • Dan berbagai produk hasil karya ostomate lainnya

Setiap merchandise memiliki ciri khas berupa kancing merah, simbol yang merepresentasikan stoma. Sentuhan ini tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga bentuk kebanggaan bagi komunitas ostomate dalam berkarya.

Antusiasme pengunjung terhadap booth Museum Ostomi Indonesia sangat tinggi. Pengunjung tidak hanya tertarik mempelajari alat dan edukasi stoma, tetapi juga membeli produk-produk karya ostomate. Selama dua hari tersebut, jumlah pengunjung yang mendatangi booth mencapai lebih dari 50 orang.


 

Hari Ketiga: Kegiatan Outdoor di Taman Ekspresi Sempur

Puncak acara berlangsung pada hari ketiga dengan kegiatan yang dibuka untuk masyarakat umum. Berlokasi di Taman Ekspresi Sempur, rangkaian kegiatan meliputi:

  • Jalan sehat

  • Senam bersama

  • Pemeriksaan kesehatan gratis

Acara ini dihadiri sekitar 150 peserta dari Persatuan Diabetes, serta 10 anggota komunitas Ostomate Kota Bogor. Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi, dengan peserta yang antusias mengikuti jalan sehat dan senam. Pemeriksaan kesehatan gratis – yang meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, dan konsultasi – menjadi layanan favorit yang membantu peserta lebih mengenali kondisi kesehatannya.

Di akhir acara, panitia membagikan sejumlah doorprize bagi peserta beruntung sehingga menambah keceriaan suasana. Banyak peserta mengungkapkan rasa senang dan puas, serta berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan setiap tahun.

 


Kesimpulan

Diabetes Wound Expo 2025 berhasil menjadi ajang yang menggabungkan edukasi ilmiah, pemberdayaan komunitas, inovasi produk, dan kegiatan kesehatan masyarakat. Kehadiran Museum Ostomi Indonesia dan Stocart memberikan warna baru serta memperluas wawasan pengunjung mengenai stoma dan kehidupan ostomate.

Acara ini tidak hanya memperkuat kolaborasi antar tenaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan dini luka diabetes. Antusiasme tinggi dari peserta menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.