Pada hari Rabu, 26 November 2025, para ostomate mengadakan kegiatan kunjungan ke UMKM milik salah satu ostomate, yaitu Toko Kue Pia dan Bingke milik Bapak Du Siang. Kegiatan ini diikuti oleh 8 ostomate, yaitu Pak Mumuh, Mba Tuti, Pak Arif, Mas Arief, Ibu Pitni, Ibu Neneng, Ibu Nengsri, dan Ibu Otik, serta didampingi oleh 3 volunteer.
Kunjungan ini menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan antar-ostomate sekalig us memberikan dukungan moral kepada sesama melalui kegiatan positif dan inspiratif.
Setibanya di lokasi, para ostomate disambut hangat oleh Bapak Du Siang, pemilik UMKM sekaligus sesama ostomate yang telah menjalankan usahanya selama puluhan tahun. Beliau menceritakan perjalanan panjang membangun usaha kue pia, bingke, dan aneka bolu. Meskipun menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kehidupan sebagai ostomate, semangat Bapak Du Siang tidak pernah padam.
Beliau juga mengungkapkan bahwa hingga kini, banyak pelanggan yang datang kembali karena rasa kue yang khas, lembut, dan selalu dibuat fresh setiap hari.
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam kunjungan ini adalah kesempatan untuk mencicipi langsung Kue Pia, Bingke, dan bolu yang baru keluar dari oven. Aroma harum kue yang masih hangat membuat suasana semakin akrab dan penuh kehangatan.
Para ostomate tampak antusias mencoba berbagai varian kue sambil mendengarkan kisah perjalanan UMKM Bapak Du Siang. Beberapa bahkan berdiskusi tentang peluang pemasaran dan pengembangan usaha, menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan bukan hanya secara emosional, tetapi juga dalam bentuk semangat untuk saling memberdayakan.
Selain melihat proses produksi dan menikmati hidangan, kegiatan ini juga menjadi ruang aman bagi para ostomate untuk berbagi cerita, pengalaman, tantangan, serta perjalanan mereka sebagai ostomate.
Dalam suasana penuh keakraban, mereka saling mencurahkan isi hati, berbagi keluh kesah, serta saling menguatkan. Pertemuan seperti ini menjadi pengingat bahwa setiap ostomate tidak berjalan sendirian—ada komunitas yang siap mendukung, memahami, dan memberi semangat.
Volunteer yang hadir pun turut memberikan pendampingan serta membantu terciptanya suasana hangat dan inklusif.
Kunjungan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga sebuah bentuk nyata bahwa ostomate mampu berkarya, bangkit, dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat. Cerita sukses Bapak Du Siang menjadi inspirasi bahwa kondisi kesehatan bukanlah penghalang untuk tetap produktif dan mandiri.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu munculnya kegiatan-kegiatan serupa di masa depan, di mana para ostomate dapat terus saling terhubung, belajar, dan mendukung satu sama lain.