Pada hari Rabu, 1 Oktober 2025, Museum Ostomi Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Ostomate Preneurs”, yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kemandirian dan pemberdayaan para ostomate (pengguna stoma) melalui edukasi kewirausahaan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tema besar “Ostomate Preneurs” menggambarkan semangat bahwa siapa pun, termasuk ostomate, dapat menjadi wirausahawan yang berdaya, kreatif, dan mandiri.
Belajar Jadi Wirausahawan Lewat Stocart (Stoma Care Market)
Bagian pertama dari kegiatan ini difokuskan pada pelatihan menjadi reseller produk-produk di Stocart, sebuah platform penjualan yang dikembangkan oleh komunitas ostomi di bawah naungan Museum Ostomi Indonesia.
Melalui sesi ini, peserta dikenalkan dengan berbagai produk perawatan stoma (stoma care) dan produk kesehatan pendukung yang tersedia di Stocart, seperti Metcovazin Natural Healthy Lotion, Metcovazin Natural Healthy Soap, Metcovazin Natural Healthy Scrub, Kaos Ostoboy, Pouch Stoma, Totebag Stoma, Pouch Kosmetik dll.
Cara menjadi reseller resmi dan sistem bagi hasil yang menguntungkan,
Teknik promosi online melalui media sosial seperti WhatsApp dan Shopee,
Strategi membangun kepercayaan pelanggan, serta
Simulasi pelayanan pelanggan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
Pelatihan ini dipandu secara interaktif oleh tim dari Museum Ostomi Indonesia dan Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para ostomate bisa memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah, serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk mandiri secara ekonomi.
Kreatif dan Ramah Lingkungan: Membuat Pupuk Organik Sendiri
Selain belajar menjadi pengusaha, peserta juga diajak mengikuti kegiatan membuat pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara ramah lingkungan, sekaligus memberi ide usaha baru yang sederhana namun potensial.
Dalam sesi ini, peserta belajar cara mengolah sisa bahan dapur dan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman hias maupun sayuran di rumah. Dengan peralatan sederhana, peserta dapat mempraktikkan langsung proses pembuatan pupuk mulai dari tahap pencacahan, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus melihat peluang bisnis dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Kolaborasi dan Semangat Bersama