Bogor, 22 Mei 2025 – Museum Ostomi Indonesia kembali menunjukkan dedikasinya dalam memberdayakan para ostomate (pengguna kantong ostomi) melalui kegiatan pelatihan hidroponik yang inspiratif. Acara kolaboratif bersama Komunitas Ostomate INOA Bogor ini sukses digelar dengan antusiasme tinggi dari peserta se-Jabodetabek, sekaligus menegaskan bahwa ostomi bukan penghalang untuk beraktivitas produktif.
Pembukaan Penuh Makna oleh Para Pemangku Kepentingan
Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Ns. Eviyanti Nurmalasari, Manager PT Pohon Bidara Medika, yang mengapresiasi semangat peserta untuk terus belajar. "Hidroponik bukan hanya sekadar bercocok tanam, tapi juga terapi yang menyenangkan sekaligus menyehatkan," ujarnya.
Selanjutnya, Ibu Sri Widayati, Penasihat Yayasan WOCare Indonesia, menekankan pentingnya kemandirian dan dukungan komunitas bagi ostomate. "Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa bersama-sama, kita bisa menciptakan peluang dan inovasi," tuturnya.
Hidroponik Praktis oleh Ostomate, untuk Ostomate
Sesi inti acara dipandu oleh Bapak Mumuh Munadji, seorang ostomate yang sekaligus ahli hidroponik. Dengan gaya mengajar yang interaktif, Pak Mumuh membagikan ilmu mulai dari:
Yang menakjubkan, berkat kolaborasi tim yang solid, seluruh proses—dari persiapan hingga instalasi siap pakai—hanya membutuhkan 6 jam! Peserta pun terlihat antusias mencoba setiap tahapan, membuktikan bahwa keterampilan teknis bisa dikuasai oleh siapa pun, termasuk ostomate.
Dukungan Metcovazin: Komitmen untuk Kualitas Hidup Ostomate
Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Metcovazin, perusahaan yang konsisten mendukung inisiatif peningkatan kualitas hidup ostomate. "Kami sangat berterima kasih atas kontribusi Metcovazin. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi keberlanjutan program-program edukatif kami," ujar perwakilan Museum Ostomi Indonesia.
Tidak Hanya Berkebun, Tapi juga Memanen Manfaat
Selain keterampilan baru, peserta membawa pulang semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa mereka bisa tetap produktif. Banyak yang berencana menerapkan hidroponik di rumah, baik untuk hobi maupun sumber pangan sehat.
"Senang bisa belajar hal baru sekaligus bertemu teman-teman yang menginspirasi," kata salah satu peserta.
Tentang Museum Ostomi Indonesia
Sebagai pusat edukasi ostomi pertama di Indonesia, museum ini aktif menyelenggarakan pelatihan, diskusi, dan kegiatan pendukung untuk meningkatkan kemandirian ostomate. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha seperti Metcovazin, menjadi kunci keberhasilan program-programnya.
"Mari terus berkarya—karena setiap keterbatasan bisa ditaklukkan dengan semangat dan dukungan!"